Perkuat Konektivitas RI, Pemerintah Rencanakan Pembangunan 39 Bandara Baru
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 39 lokasi pembangunan bandar udara (bandara) baru sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan akses transportasi udara antardaerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Sumber: Antara
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa rencana tersebut telah tercantum dalam Tatanan Kebandarudaraan Nasional. Dengan penambahan 39 lokasi baru, jumlah bandara yang masuk dalam Rencana Induk Bandar Udara Nasional akan meningkat dari 257 bandara yang saat ini beroperasi menjadi 296 bandara.
Menurut Lukman, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan jaringan transportasi udara yang semakin kuat dan merata. Kehadiran bandara baru diharapkan dapat membuka keterisolasian sejumlah wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat dan barang, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata, investasi serta layanan publik.
Jaringan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan konektivitas yang merata hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Ia menambahkan, pembangunan bandara di Indonesia selama ini telah menghadapi berbagai tantangan geografis, mulai dari kawasan rawa, lahan gambut, wilayah pesisir, pegunungan, hingga pulau-pulau kecil. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan infrastruktur kebandarudaraan yang lebih andal melalui penerapan teknologi rekayasa dan inovasi konstruksi.
Ke depan, Kemenhub menegaskan pembangunan bandara tidak hanya berfokus pada penambahan infrastruktur fisik. Aspek keselamatan penerbangan, keberlanjutan lingkungan, pemanfaatan teknologi modern, serta ketahanan terhadap perubahan iklim juga menjadi perhatian utama dalam setiap pengembangan bandar udara.
Selain pembangunan infrastruktur, Kemenhub juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor kebandarudaraan. SDM yang kompeten akan menjadi fondasi utama dalam membangun dan mengoperasikan bandara yang aman, modern, efisien dan mampu bersaing di tingkat global.
Melalui penambahan 39 lokasi bandara baru tersebut, pemerintah berharap konektivitas antar pulau dan antar wilayah semakin baik, termasuk bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Peningkatan akses transportasi udara diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat integrasi nasional melalui jaringan transportasi yang lebih luas dan merata.
Sumber: ANTARA, detikFinance
Artikel Terkait
Eskalator Stasiun Duri Mendadak Bergerak Turun, 12 Penumpang Terluka Saat Pagi Hari Ini
1 week ago
Menteri HAM Desak Badan Gizi Nasional Beri Pemulihan Korban Keracunan MBG
1 month ago
Tak Lagi Bergantung ke Luar Negeri? Indonesia Mulai Bangun Kemandirian Perawatan Alutsista
1 month ago