Memuat tanggal...
Logo
Duka Keluarga Windy Tri Widiyanto, Putranya Ditemukan Setelah Terseret Ombak Pantai Goa Cemara
News 06 July 2026, 18:37 WIB Shaddam Putra

Duka Keluarga Windy Tri Widiyanto, Putranya Ditemukan Setelah Terseret Ombak Pantai Goa Cemara

Pencarian terhadap Muhammad Bara Rizki Wardana (8), bocah yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Bantul akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Senin (6/7/2026) sore di wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo dalam kondisi meninggal dunia, sehari setelah dilaporkan hilang akibat terseret gelombang laut selatan.

Dok. Istimewa

Jenazah korban ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif melalui penyisiran darat, laut, serta pemantauan sepanjang garis pantai sejak hari Minggu (5/7). Setelah ditemukan, jenazah dievakuasi dan dibawa untuk menjalani proses identifikasi serta penanganan sesuai prosedur oleh pihak berwenang sebelum diserahkan kepada keluarga.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 13.27 WIB di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul. Saat itu, Bara tengah berwisata bersama keluarganya.

Berdasarkan keterangan tim SAR, sebelum kejadian korban bersama ayahnya mencari kepiting di sekitar pantai. Seusai kegiatan tersebut, Bara bermaksud membersihkan kaki dan tangannya di tepi pantai. Namun, secara tiba-tiba ombak besar datang dari arah samping dan langsung menyeret tubuhnya tersebut ke laut. Keluarga maupun warga yang berada di sekitar lokasi tidak sempat memberikan pertolongan karena kuatnya arus dan cepatnya ombak datang.

Sumber: Basarnas

Sejak laporan diterima, Basarnas Yogyakarta bersama Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III, TNI, Polri, BPBD, relawan dan masyarakat setempat mengerahkan personel untuk melakukan pencarian. Operasi dilakukan dengan membagi sektor pencarian di laut maupun sepanjang pesisir selatan DIY hingga akhirnya korban ditemukan di kawasan Kulon Progo.

Duka mendalam pun menyelimuti keluarga korban. Bara merupakan putra dari Windy Tri Widiyanto, edukator sosial yang aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya transaksi keuangan digital ilegal, perjudian online (judol) serta pinjaman online ilegal. Ia kerap turun langsung ke berbagai komunitas di Yogyakarta untuk mengkampanyekan literasi keuangan dan perlindungan masyarakat dari kejahatan digital.

Hanya beberapa hari sebelum musibah yang menimpa putranya, Windy bersama Malahayati Nusantara Raya baru saja menggelar kegiatan sholawat akbar dan edukasi sosial di Bantul yang dihadiri ribuan jamaah. Acara tersebut mengusung gerakan bersama melawan praktik judi online dan pinjaman online ilegal melalui pendekatan keagamaan dan edukasi kepada masyarakat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko ombak di pantai selatan Yogyakarta. Gelombang yang datang tiba-tiba dan arus balik kerap membahayakan wisatawan, termasuk mereka yang hanya berada di tepian pantai. Karena itu, wisatawan selalu diimbau selalu mematuhi arahan petugas pantai, menghindari bermain terlalu dekat dengan bibir pantai serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama berada di kawasan wisata laut.

Bagikan Artikel: