APBN 2026 Tetap On Track di Tengah Dinamika Global, Suahasil Nazara: Keuangan Negara Aman dan Resilien!
(18/09/2026) Debut perdana Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan langsung mencuri perhatian publik lewat pemaparan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026. Di tengah situasi geopolitik global yang kian dinamis dan suku bunga dunia yang bertahan lebih tinggi untuk waktu yang lama, Menkeu memastikan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap berada di jalur yang kuat dan terkendali.
“Hingga akhir Agustus, kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkendali, dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track,” ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Berdasarkan data per akhir Agustus 2026, pendapatan negara tercatat sudah terkumpul sebesar Rp2.555, 6 triliun atau sekitar 65% dari target. Sementara itu, belanja negara menyentuh angka Rp240,1 triliun atau hanya 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menkeu menyebutkan bahwa angka-angka ini membuktikan ekonomi Indonesia sangat resilient. Daya beli masyarakat terjaga, inflasi terkendali di angka 3,19%, dan arus modal masuk juga mulai menunjukkan tren positif dengan akumulasi mencapai Rp141,6 triliun hingga pertengahan September 2026.
“Kita selalu sangat memperhatikan apa yang terjadi di global untuk kita menyiapkan antisipasi perekonomian Indonesia… Di tengah-tengah itu, Indonesia stay resilient, perekonomiannya gerak, transaksi di masyarakat gerak, investasi dan konsumsi juga gerak,” tegas Suahasil.

Sumber: CNN Indonesia
Belanja kementerian dan lembaga melonjak cukup kuat sebesar 35% dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni mencapai Rp912,4 triliun. Artinya, berbagai program dan proyek pemerintah di lapangan bergerak lebih cepat dan aktif. Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan dana subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp331,4 triliun kepada PLN dan Pertamina. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya (Rp218 triliun) demi memastikan pasokan energi dan harga barang-barang bersubsidi tetap aman bagi masyarakat.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lewat koordinasi erat dan reformasi tata kelola bersama Badan Gizi Nasional (BGN), program ini difokuskan agar semakin tepat sasaran terutama bagi balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta para santri di daerah prioritas
“Kita menyambut baik reform di BGN ini sehingga kita bisa melakukan lebih tepat sasaran. Uang rakyat yang dipakai untuk makan bergizi gratis menjadi betul-betul kena kepada yang membutuhkan,” ungkap Menkeu.
Salah satu momen paling disorot dalam pemaparan ini adalah kabar baik dari sektor Pembiayaan Non-Pajak (PNBP) yang melesat 41,7% (mencapai Rp435,1 triliun). Berkat surplus dari Bank Indonesia (BI) sebesar Rp55 triliun yang dialokasikan untuk membayar kewajiban surat utang masa lalu, pemerintah akhirnya resmi menuntaskan pembayaran obligasi rekap dalam rangka penanganan krisis moneter 1997/1998. Sebuah pencapaian historis tersendiri bagi perjalanan sektor keuangan Indonesia
Menutup paparannya, Suahasil menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, efektivitas belanja, dan pengelolaan defisit yang sehat. Dengan instrumen APBN yang berfungsi ganda sebagai peredam kejut sekaligus penggerak pembangunan, Menkeu memastikan bahwa kondisi “dompet negara” secara keseluruhan tetap berada dalam posisi yang aman dan terkendali.
Sumber: Inews Indonesia
Artikel Terkait
Hubungan Israel-Inggris Makin Panas, Netanyahu Lempar Sindiran Kontroversial
1 month ago
Dana Umrah Rp94 Miliar Diduga Raib, Kepercayaan Calon Jemaah Kembali Diuji Setelah Tersangka Baru Muncul
2 months ago
Prabowo Sebut Iran Punya Senjata Nuklir, Indonesia Terancam Bayar Mahal di Meja Diplomasi
2 months ago